Selasa, 27 Oktober 2015

JEEVA BELOAM - Lombok Timur Part I


[TRAVEL REVIEW] Gw mengkategorikan diri gw sebagai seorang traveller, baik lokal maupun mancanegara. Sebagian destinasi eksotis di Indonesia sudah gw jelajahi, dari yang terdekat di Pulau seribu, Pulau Peucang di Ujung Kulon, Desa Sawarna di Banten, Danau Toba di Sumatera, Tiga Gili di Lombok, hingga ke Kepulauan Derawan di Kalimantan. Tapi ada satu lokasi yang masuk dalam  top Bucket Lists gw selama satu tahun terakhir yang akhirnya kesampaian.



Baru - baru ini gw menginap di sebuah resort sederhana dengan pemandangan alam luar biasa indah di bibir pantai wilayah Lombok Timur. Namanya JEEVA BELOAM, sebuah resort franchised dari brand Jeeva (USA) yang tersebar di lombok dan Bali. Nama resort ini tidak sepopuler hotel2 mewah di Jakarta ataupun di Bali, meskipun harga yang ditawarkan tidak murah.



Sekilas ketika kita akan memasuki gerbang Jeeva Beloam ini, kita hanya akan melihat papan nama Jeeva Beloam dengan Pos Satpam sederhana. Tidak ada yang fancy seperti hotel2 mewah lainnya.



Lokasinya yang sangat jauh (sekitar 2 jam berkendaran mobil dari Bandara International Lombok) menjadikannya sebuah penginapan yang sangat sulit diakses oleh kendaraan umum. Jalan yang sebagian rusak, bertanah dan berbatu menambah kesulitan akses menuju lokasi ini. Sepanjang perjalanan menuju Jeeva Beloam, kita dapat melihat pemandangan di kiri kanan jalan yang didominasi oleh perkebunan tembakau.

Meskipun bulan Oktober ini merupakan puncaknya musim kemarau, tembakau dapat tumbuh subur dengan minimnya air. Pohon2 umumnya menggugurkan daunnya pada musim kemarau sehingga sepanjang jalan kita tidak banyak melihat hutan - hutan rimbun. Hanya ranting2 pohon berwarna coklat kering.

Setelah masuk dari gerbang utama, kita masih akan melewati jalanan kecil berbatu berjarak ratusan meter. Karena ini area hutan lindung, kita masih bisa melihat kera liar di pohon ataupun di tengah jalan.


BERUGA

Tiba di area Jeeva Beloam, yang pertama kali terlihat adalah Beruga. Beruga ini tempat gw menginap selama berada di Jeeva Beloam. Designnya terinspirasi dari rumah adat sasak dari Lombok, dengan atap dari kumpulan daun yang kering. Seluruh bangunan beruga di sini dibangun dari bahan alami tanpa adanya semen atau material permanent.

Dari cerita yang gw denger langsung dari karyawannya, Jeeva Beloam ini dibangun di dalam hutan lindung yang tidak berpenduduk dan tidak ada pemukimannya. Area resort ini sendiri mendapatkan ijin kontrak 30 tahun dari Departemen Kehutanan setempat, dimana pihak Jeeva Beloam tidak diperkenankan membangun bangunan permanen. Sehingga seluruh bangunan yang ada di sini terbuat dari material alami (kayu), bukan dari semen.

Fasilitas yang terdapat di sini sangat sederhana, 1 buah restoran, 1 bangunan resepsionist, 11 beruga untuk tamu, dan 1 tempat membaca (katanya begitu). Selebihnya adalah pemandangan alam yang luar biasa indah. Gw benar2 menikmat pantai private ini sepanjang hari dari pagi sampai malam, karena suara deburan ombak terus terdengar 24 jam.



RESTORAN

Restoran di sini hanya ada 1, dimana seluruh santapan makan pagi, siang dan malam dilakukan di sini. Setiap pemesanan kamar di Jeeva Beloam sudah termasuk makan 3x dan 1x afternoon tea. Selama 3 hari menginap di sini, gw paling menunggu jam makannya. Karena makanan yang disajikan bukan makanan ala kadarnya, tapi makanan local Indonesia dengan penataan hotel bintang 5, tentu dengan rasa yang luar biasa juga.

Pemandangan di sekililingnya sangat indah, di setiap sisinya menghadap ke Bukit, Pantai/ Laut, Deretan Beruga, dan Pepohonan Rimbun (kalau musim kemarau Pohonnya gugur).

Tepat di depan restoran terdapat 1 area bersantai terbuka dengan sofa panjang, dimana kita bisa menikmati pemandangan alam di depannya sambil duduk ataupun tiduran :)


VIEW DI DEPAN BERUGA

View Siang hari terlihat langit biru dan tanpa awan



View Pagi hari terlihat langit putih cerah dengan kumpulan awan


SUNRISE


Dari pantai, kita bisa melihat langsung sunrise yang indah banget! Karena mataharinya muncul langsung seperti dari dalam laut, tanpa terhalang bukit. Ketika pagi, dengerin suara ombak dengan matahari terbit benar2 bikin suasana hati dan pikiran tenang #EAAA . Udara pagi juga sejuk banget, kalau duduk2 di pantainya bikin otak seger.


AMATEUR VIDEO ON THE BEACH



SANTAPAN


Untuk setiap menginap 1 malam di sini, kita sudah mendapatkan jatah makan 3x: pagi, siang, malam. Kalau kita tiba di sini sore, berarti kita dapat makan malam, kemudian besoknya sarapan dan makan siang.

Somehow, makanan di sini membuat gw penasaran dan selalu menunggu2 apa sih makan siang dan malamnya. Karena mereka memasak makanan local Indonesia, tapi dengan kualitas bintang 5 menurut gw. Setiap hidangan disajikan 3 courses: appetizer, main course dan desserts. Appetizer biasanya berupa salad atau sayuran, main coursenya berupa protein, dan desserts biasanya jajanan tradisional atau buah2an segar.

Semua makanan di sini menurut gw enak banget! gak ada yang standar, karena tidak dimasak sederhana. Mungkin ada main course yang terlihat simple banget, tapi rasanya enak parah! Atau gw nya yang kelaperan ya? LoL.

Breakfastnya makanan barat, seperti salad, toast with butter or jam, danish bread, pancake, waffle, sausage, any eggs, buah2an segar, juga nasi goreng atau mie goreng. Pilihan minuman ada teh dan jus (selain air putih)

BREAKFAST


LUNCH & DINNER


AFTERNOON TEA


Afternoon tea is available from 4 PM - 6 PM, but limited to Green Tea or Black and some chips. You can also order juices, canned beverages, wine or any alcoholic drink during this time for a 20% discount I think. The breathtaking scenery makes the tea tastes great and expensive :p They use Lipton and Sariwangi anyway.


NIGHT VIEW

Malam hari di sini sangat gelap karena tidak ada lampu penerangan yang memadai. Hanya ada lampu sorot kecil di atas pasir buat penerangan sebagian jalan. Selebihnya lampu yang ada di setiap Beruga masing2. Namun yang paling gw tunggu2 dari setiap perjalanan eksotis seperti ini, yaitu pemandangan langitnya.

Jangan kalian bayangkan di Jeeva Beloam seterang foto2 di bawah ini, karena semua foto gw yang malam hari sudah pakai 30 seconds exposure supaya cahaya nya dapet seterang ini. Yang pasti bintang2 di langitnya banyak banget! Kalau lihat pakai mata telanjang terlihat jelas, tapi kalau foto pakai Smartphone pasti tidak terlihat alias hanya hitam gelap gulita, karena teknologi kamera Smartphone belum ada multiexposure nya :)


WHATS NEXT?

Blog Jeeva Beloam ini belum selesai, karena Part II gw akan membahas tentang perjalanan panjang selama 2 jam menuju resort ini. Gw juga akan membahas berbagai rintangan ketika menanjak bukit, Pemandangan Jeeva Beloam dari sisi lainnya, biaya perjalanan plus daerah sekitar yang perlu dikunjungi.


ALSO CHECK OUT THE 2ND PART HERE:

http://jktdelicacy.blogspot.co.id/2015/10/jeeva-beloam-lombok-timur-part-ii.html

OR YOU MIGHT WANT TO CHECK OUT MY LATEST TRAVEL REVIEW:
http://jktdelicacy.blogspot.co.id/2016/01/padma-resort-ubud-desa-puhu-payangan.html



JEEVA BELOAM BEACH CAMP

Jl. Pantai Beloam, Tanjung Ringgit, Jerowaru, Lombok Timur

Nusa Tenggara Bar. 83672, Indonesia

+62 370 693035

INSTAGRAM: @JEEVARESORTS

FIND ME HERE

EMAIL: JKTDelicacy@gmail.com



3 komentar:

  1. >>
    mas Jeffri
    suka banget dgn blog nya..
    adaa cerita travelling dan kulinernya..ditambah semua postingan ada foto2 yang sangat bagus
    baca review JEEVA BELOAM, jd inget ma lombok
    aku lahir dan gede di lombok mataram-selong
    dan tempat keren ini pastinya dulu belum ada..he he hee
    harus napak tilas ke lombok sepertinya..

    salam kenal
    Sue..
    www.suewashere.blogspot.com

    BalasHapus