Rabu, 25 Mei 2016

TOGEAN ISLAND HOPPING - Part 2


Kembali lagi di cerita Togean Trip - Part 2. Kalau sebelumnya gw bercerita tentang Bagaimana susahnya perjalanan menuju ke Togean, kali ini gw bercerita tentang keindahan bawah laut di Kepulauan Togean. Kepulauan Togean sendiri terdiri dari banyak sekali pulau-pulau kecil lainnya. Ada yang merupakan tempat tinggal penduduk, ada yang merupakan resort / penginapan, ada juga yang merupakan pulau kosong untuk berkunjung.


Bagi yang belum membaca trip PART 1, bisa klik DI SINI ya

Dari penginapan di Bolilanga Resort, kita bersiap2 sekitar jam 9 pagi untuk menuju ke tujuan pertama yaitu Pulau Papan. Nah sehari sebelum keberangkatan ke Togean ini, gw udah prepare baju snorkeling yang awalnya berasa aneh banget, karena super ketat ngepress ke badan. Tapi setelah gw menggunakannya, gw bener2 ngerasain manfaat baju ini yaitu perlindungan dari matahari ketika snorkeling aka bebas gosong!


Perjalanan ke Pulau Papan memakan waktu cukup lama lebih dari 1 jam (kalau tidak salah ingat). Pulau Papan ini mungkin literally Pulau yang huniannya terbuat dari papan, karena sekilas ketika kita sampai di jembatan, yang kita lihat adalah rumah-rumah warga yang terbuat dari papan. Pulau Papan ini cukup gersang dibandingkan dengan Pulau-pulau lainnya di sekitar sana karena bukitnya gersang dan gundul.


Pemandangan dari atas bukit Pulau Papan sangat indah. Jelas, kita bisa lihat rumah-rumah warga dari atas. Tapi, udaranya sangat panas, cukup untuk membakar kulit hanya dengan berdiri beberapa menit di sana. Tapi semua terbayarkan ketika kita bisa lihat pemandangan laut yang luas dengan warna biru kehijauan.

Pulau ini sendiri memiliki jembatan yang terhubung dengan pulau tetangga. Kalau kalian lihat foto di bawah ini, terlihat ada garis lurus tipis yang menghubungkan Pulau Papan dengan Pulau di seberangnya. Namun kita gak sampai ke sana karena jembatannya sangat panjang dan jauh walau dari kejauhan terlihat pendek.


Pemandangan laut lepasnya bagus banget, airnya juga sangat jernih dan bersih. Warga di sekitar sangat menjaga lingkungan, karena sangat jarang terlihat sampah disekitar pemukiman warga.


Nah selain melihat-lihat pemandangan, kita juga bikin acara bagi2 buku bacaan anak-anak dan buku tulis. Walaupun sebenarnya bukan buku bacaan baru sih, tapi setidaknya adik2 di sana bisa belajar baca juga. Dan surprisingly, mereka berebutan soalnya bukunya terbatas. Alhasil gak semuanya dapet kebagian :( Seneng banget lihat mereka happy buat sebuah buku, padahal kita yang di kota bisa dibilang sudah jarang menyentuh buku. Semua serba digital. Malah ada anak-anak yang barter buku dengan anak-anak lainnya. Karena ketika dibagi2kan, semuanya berebutan jadi belum tentu si A dapet buku yang sesuai kemauan dia.


Dari Pulau Papan, kita melanjutkan perjalanan ke Pantai Siera. Sepanjang perjalanan, kita diguyur hujan yang sangat lebat. Lumayan sih, lumayan galau dengan derasnya tetesan air hujan yang bertiup sampai ke dalam boat. Awannya juga sangat hitam pekat sudah overload dengan air hujan. Dan kalau kita mencicipi air huannya, rasanya asin! Karena air laut menguap ke udara, jadi yang tertampung di awanpun air laut yang asin :p



Akhirnya tiba juga di Pantai Siera. Kita datang ke sini untuk sekedar makan siang, dan makan siang kita sebenarnya sudah disiapkan oleh si Bapak yang membawa Boat. Jadi makanan sudah disiapkan dari rumah si Bapak kemudian dimasukan ke dalam rantang dan di bawa bersama kita selama perjalanan hingga waktunya makan siang. Di pulau ini kita sebenarnya hanya numpang meja dan kursi saja. Yang pertama kali terlihat adalah beberapa bule yang mukanya agak judes seperti melihat kita sebagai pendatang. Entah siapa mereka itu, apakah pemilik cottage atau bagaimana. Yang pasti air pantai di sini bersih dan hijau banget!



Setelah makan siang, kita melanjutkan perjalanan ke spot Snorkeling pertama yaitu California Reef! Begini penampakan Boat kita.


California Reef ini menurut temen2 yang ikut snorkeling memiliki terumbu karang terindah di antara seluruh spot yang kita kunjungi. Coralnya lumayan utuh dan rapat antara satu dan lainnya. Warnanya pun masih sangat indah dan banyak ikan kecil2 nya juga :) Perlu diingat bahwa sebagian besar warna coral pada foto foto di bawah ini sudah di touch up dengan Sotosop karena air lautnya berwarna hijau/ biru. Tanpa editing, fotonya berwarna kehijauan atau kebiruan apalagi kamera yang digunakan buat snorkeling ini bukan menggunakan kamera khusus underwater, melainkan Mirrorless Fuji X-A2 dengan lensa non Fuji (Manual Focus).


Terus terang saking banyaknya spot snokeling kita dari hari pertama sampai hari terakhir, bikin gw lupa semua nama spot2 snorkelingnya. Jadi ada kemungkinan foto coral yang gw upload di sini sudah tercampur antara 1 spot dengan spot lainnya. Nah ketika kita naik ke boat untuk pindah ke spot berikutnya, kita narsis dulu ya :p



Di spot snorkeling berikutnya kita masih melihat banyak coral yang indah2.


Cukup indah ya coralnya. Itu baru sebagian yang gw sempat edit, karena terlalu banyak file foto dalam format RAF (RAW) yang mesti gw buka satu persatu dan diedit lagi *Cape cuy* Tapi gw sangat rekomen spot yang satu ini sih, warna coralnya masih bagus dan bentuknya masih banyak yg utuh atau tidak hancur.

Kembali lagi ke Pulau Bolilanga (penginapan) buat beristirahat dan makan malam. Sebenarnya di Pulau ini juga kita bisa snorkeling karena coralnya masih bagus banget dan airnya super jernih. Nah kalau malam hari, gw punya 1 hobi yang jarang gw lewatkan ketika berkunjung ke pulau2 atau pantai terpencil di Indonesia. Yaitu memoto Milkyway. Foto milkyway ini tidak bisa didapat dengan mudah dengan kamera sederhana karena membutuhkan shutter speed 30 detik dengan Aperture yang rendah.


Foto yang satu ini sebenarnya gak diambil di hari yang sama dengan foto di atas sih. Ini diambil di hari2 berikutnya (lupa tepatnya kapan). Kita bangun subuh jam 3an buat dapetin foto milkway vertikal seperti ini. Sumpah ini bagus banget! Apalagi di foto ini ada meteor jatuh yang garis tipis itu :p Terus gw lagi pegang senter LED yang super terang selama 25 detik sambil menyorot ke arah Milkyway di atas.


Di hari ketiga, gw iseng2 menaiki satu bukit mini di Pulau Bolilanga tempat kami tinggal selama beberapa hari. Gw bangun jam 5 subuh untuk menanti Sunrise dari bukit ini. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pancaran sinar merah mulai muncul. Namun agak kecewa karena mataharinya tertutup awan besar, alhasil gw tidak mendapatkan foto Sunrise.


Kondisi di pagi hari cukup tenang dan sangat adem, apalagi kalau kita duduk ditepian pantai sambil bersantai mendengarkan suara ombak kecil. Ada 1 bapak yang sangat rajin menyapu pasir dari kotoran daun dan sampah2 dari sisa air pasang. Maka, kalau tamu baru datang sekitar jam 9-10 pagi, pasirnya akan terlihat sangat putih bersih tanpa sampah sedikitpun.


Setelah sarapan pagi, kita menyempatkan untuk mampir di Pulau Katupat. Pulau yang cukup besar dan dihuni oleh sebagian warga Togean. Kami membeli air minum botolan dan jajanan di Pulau ini. Kami juga sempat membagikan berberapa buku bacaan anak2 yang tersisa dari Pulau Papan (di hari sebelumnya) untuk anak2 di Pulau ini.


Kehidupan sehari2 warga di pulau ini hanyalah berdagang kebutuhan pokok seperti pada foto di bawah ini. Ibu-ibu menjual sayur mayur di jalanan.


Ini dermaga kecil tempat kita bersinggah di Pulau Katupat. Banyak anak2 yang bermain di sini.


Di hari ke 3 ini, kita snorkeling di beberapa spot dan terus terang gw sendiri gak tau nama spot ini apa lol. Kalau kata temen sih, di hari ini kita snorkeling di Reef 5 dan Reef 1. Lebih bagus mana? gw juga sudah lupa. Yang pasti ada beberapa foto hasil snorkeling yang gw ambil dengan kamera gw sendiri.


Selama perjalanan, awan putih tebal terlihat cukup jelas dengan terik matahari yang cukup panas. Setelah snorkeling yang pertama, gw sebetulnya sudah cukup lelah dan bosan. Karena terus terang, sekilas koralnya terlihat sama antara satu tempat dengan tempat lainnya. Jadi terasa sangat jenuh dan inginnya bersantai di kapal saja.


Narsis dulu yak :p


Foto ikan nemo :)


Saatnya makan siang, kita dibawa ke Pulau tak berpenghuni dengan struktur bangunan kuno yang sudah reyot. Konon dulunya pulau ini sempat dihuni namun akhirnya ditinggalkan begitu saja, dan terdapat kisah horor yang sempat gw baca di internet. Tidak heran, pantai di Pulau ini penuh dengan karang yang tumbuh subur. Bahkan kapal kami tidak bisa mendarat sempurna di pantainya karena terhalang karang. Anemo dan ikan nemo kecil pun bisa terlihat dengan jelas dari pantai ini.


Ini penampakan pantainya dengan air yang cukup cetek. Karangnya lumayan indah meskipun berada di dekat pantai.


Kembali lagi snorkeling di spot antah berantah.


Sore harinya kita balik kembali ke Bolilanga Resort buat mandi dan beristirahat. Ini


Tempat favorite kita berdua buat relax di sore atau pagi hari.


Sebetulnya masih ada 2 hari lagi yang belum di cover di review ini karena terlalu banyak foto yang diambil dan semuanya terlihat sama :) Salah satu tempat yang kita kunjungi di hari2 berikutnya yaitu area Reef 1 ini, dimana kita makan siang di atas dermaga. Sekililing Reef 1 ini juga sangat bagus dan koralnya masih terjaga dengan baik. Namun entah mengapa, air laut di lapisan atas (tempat ini) sangat panas, berbeda dengan tempat lainnya. Entah apakah karena mataharinya yang sedang sangat panas atau bagaimana, karena hari-hari sebelumnya tidak terasa sebegini panas.


Sekian perjalanan kita di Kepulauan Togean, pulau dengan keindahan alam yang luar biasa. Pulau dengan alam yang masih natural dan tidak banyak terjamah. Masyarakat lokal yang sangat ramah dan welcome kepada wisatawan, walaupun anak2 kecil suka nyautin gw *Cin#* tapi ya sudahlah mungkin mereka kurang paham :) Bye Togean, until I see you again.

 Photo credit: Saeful Rizal (Poke)

PART 1

ABOUT US

EMAIL: jktdelicacy@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar