Selasa, 27 Juni 2017

Perth Travel Experience 2017


Hello Perth! Ini adalah trip pertama gw di Perth walaupun gw sebenarnya tidak asing lagi sama Australia. Sedikit flash black ke 2009-2010, gw bersekolah Pasca Sarjana di Sydney selama 1.5 tahun. Selama masa sekolah tersebut, gw hanya menjelajah kota Melbourne, Canberra dan Gold Coast saja. Kota-kota mainstream di Australia ya, namun entah kenapa tidak ada minat buat ke Perth karena Perth terkenal dengan kotanya yang sangat sepi. Selama periode 2010 - 2016, gw masih mengunjungi Australia 2x, tentunya ke Sydney dan Melbourne lagi. Nah, kebetulan trip terakhir itu tahun 2016 dan gw mendapatkan visa untuk 3 tahun multiple trip. Akhirnya bulan May 2017 gw dan Lucy membuat rencana trip ke Perth mengingat biaya flight nya cukup murah di bulan tersebut. Nah di blog ini gw mau share sedikit tentang kota Perth. Mari dibaca :)

First of all, welcome to Perth! Sebuah kota di ujung barat laut Australia. Nah gw kebetulan dapet tiket murah guys, dari Jakarta ke Perth via Kuala Lumpur menggunakan Air Asia. Harga tiket one way nya gak sampe 2 juta Rupiah loh, cukup murah untuk ukuran penerbangan ke Australia. Itinerary gw sebagai berikut:
  1. Jakarta to Kuala Lumpur: 19:00 - 22:00 (2 jam penerbangan, dengan KL 1 jam lebih cepat dr Jakarta
  2. Kuala Lumpur: transit selama 2 jam
  3. Kuala Lumpur - Perth: 00:00 - 17:30 (kurang lebih 5 jam-an pernerbangan)
Untuk penerbangan pulang, gw mengambil rute yang berbeda. Dari Perth gw naik Jet Star menuju Bali tanpa transit. Perjalanan ke Bali cuman 3.5 jam loh! Tiketnya juga murah kok gak sampe 2 juta :)
Kembali lagi ke topik flight ke Perth, mengingat penerbangan ini adalah cheap flight aka penerbangan hemat, maka gw anjurin buat membeli makanan atau minuman dalam penerbangan ya terutama untuk trip KL - Perth. Pagi-pagi sudah sampai Perth International Airport, di sini tidak ada Kereta Cepat untuk ke kota nya. Pilihannya menggunakan taksi atau Bus. Taksi di Australia cukup mahal ya guys, mungkin bisa AUD$30-40 atau sekitar 300-400ribuan. Kalau mau hemat bisa pakai Bus khusus, cuman $4.2 dengan waktu tempuh sekitar 40 menit. Lumayan nyaman kok Bus di Perth, soalnya sepi :)

Kalau udah sampai di city nya, bisa jalan-jalan di seputaran Willian st, atau Hay St. Banyak toko-toko di pinggir jalan nya yang memang ditujukan buat shopping. Shopping Mall seperti di Jakarta bukan sebuah trend di Perth, jadi jangan expect bertemu Mall besar2 seperti Grand Indonesia, Central Park, atau Mall Kelapa Gading. Satu hal yang perlu diperhatikan untuk waktu operasional toko, mereka buka dari pagi sekitar jam 7-8an dan tutup sekitar jam 4-5 sore. Hanya daerah2 tertentu yang masih buka hingga larut malam, jadi pastikan kalian tinggal di daerah mana.
Tujuan pertama kita yaitu wilayah North Bridge, masih di dalam kota Perth. Oh iya, berwisata di dalam kota bisa menggunakan jasa Bus gratis loh. Namanya CAT Bus, kamu bisa sepuasnya menggunakan bus ini tanpa bayar! Naik bus reguler di Perth itu lumayan mahal loh kalo di kurs ke rupiah. Jarak tempuh terdekat saja $2an atau sekitar 20ribuan. Bandingkan dengan Bus Transjakarta yang hanya 3.500 kan.
Kebetulan datang ke Perth pas bulan May, jadi pohon nya hijau kekuningan karena sedang menuju musim dingin. Bahkan ketika gw datang, udara nya sempet di bawah 15 derajat. Jadi dingin banget dan wajib menggunakan jaket. Musim dingin di Australia itu mulai dari May hingga July. Agustus sudah adem menuju musim semi. Balik lagi ke North Bridge, tempat ini sih sebenarnya lebih cocok untuk makan atau ngafe. Banyak cafe lucu2 dan cafe terkenal di sini. Nah kalau kalian tinggal di city, mungkin bisa dinner di daerah sini soalnya restaurant2 masih buka sampai jam 10 malam. Gak banyak foto yang bisa gw tampilkan di sini ya guys.
Salah satu restoran yang kita samperin buat lunch di 'IS DONBURI' dengan specialty Japanese food. Resto nya kecil sih tp menu nya cukup menarik. Gw cobain Chicken Katsu Curry rice ($14.5) dengan Salad bowl. harganya kalau di rupiahkan 140ribuan, mahal ya untuk ukuran restoran standar. Namun porsi nya itu bisa untuk berdua loh, guedee banget. Kalian akan ngeri kalau melihat porsi makan di sini, rata2 sangat besar. Gak hanya nasi nya yang banyak, chicken katsu nya juga banyak banget. Mungkin kalau ada porsi kecil lebih pas untuk orang Indonesia.
Di North Bridge ada juga cafe chocolate terkenal di Aussie, namanya San Churro! Hot Chocolate ($6.5) nya enak banget guys, soalnya kentel banget. Tentunya harus cobain Churros dengan dipping melted chocolate juga, soalnya memang ini speciality nya. Oh ya, khusus cafe ini buka nya sampe jam 10an malem.
Untuk penginapan gw memilih Citadines at St George. St George ini salah satu jalan utama di kota Perth, yah mirip jalan Sudirman gitu deh. Jadi kalau dari airport menggunakan Bus, bisa langsung turun di jalan besar ini dan jalan kaki 10 menit menuju Hotel. Hotel Citadines ini cukup luas ya, dengan harga yang cukup murah untuk ukuran hotel di Australia. Kita booked 3 malam hanya IDR 3.2 jutaan. Perlu diingat juga, hotel di Australia jarang menawarkan sarapan pagi. Namun dengan ukuran ruangan yg cukup luas dan dengan tersedianya dapur, gw gak akan komplain. Menurut gw ini cukup baik :)
WC nya juga lumayan besar dan sudah disediakan perlengkapan mandi dan sikat gigi di sini. Cukup bawa diri aja yaaa tanpa ribet2 mikirin peralatan mandi.

Salah satu tempat wisata di Perth yang cukup terkenal yaitu Botanical Garden nya. Gw rasa hampir di setiap kota besar di Australia punya Botanical Garden versinya masing2. Nah kalau yang di Perth ini tuh kita harus menanjak cukup tinggi sampai ketinggian tertentu buat mencapai puncak nya. Gw sih jalan kaki dari hotel trus ikutin google maps, gak gitu jauh kok sekitar 1.7 kilo sajah hehe. Perjalanan nya seperti gambar di bawah ini, menanjak dan melelahkan. Bahkan ada di dekat lokasi di mana kita harus menaiki anak tangga yang cukup menanjak, cape banget. Tapi begitu naik ke atas dan melihat hasilnya, wah worth banget deh!
Ini setengah perjalanan menuju ke puncak, udah hampir sampai. View nya juga udah mulai keliatan bagus, jadi foto foto dulu ya :)
Ini ada di puncak Botanical Gardennya! Ini kaya rumput hijau yang luas banget! Gw banyak mengambil gambar di sini, sayang nya kamera gw hilang di hari ke 2 di Perth dan semua foto-foto di sini hilang dengan kamera nya. Hanya ada sedikit gambar yang terselamatkan karena gw kebetulan kebiasaan transfer foto langsung dari Kamera ke HP di hari-H itu. Nanti gw ceritain tentang kehilangan kamera di bagian Perth Zoo ya.

Ini beberapa view dari foto yang terselamatkan
Monumen Pahlawan
Ini dalam perjalanan balik kita bisa liat pemandangan kota dari atas sini. Dan lokasi hotel gw gak jauh dari harbour, jadinya bisa lihat laut dari sini.
Malam hari di kota Perth sangat teramat sepi. Berasa seperti kota mati, bahkan Sabtu dan Minggu sudah sangat sepi dari jam 5 sore. Semua toko tutup cepat, mobil sedikit di jalan, Bus juga kosong dari penumpang. 
Salah satu sudut kota di malam hari
Mungkin kalian follower Instagram gw udah pada tau ya pas kamera gw ketinggalan di Bus dan hilang. Kejadiannya ada di lokasi di bawah ini. Hari ke 2 di Perth dengan tujuan Perth Zoo menggunakan Bus nomor 34. Gw memang terbiasa memegang Kamera di tangan sambil jalan2. Nah waktu di dalam Bus itu gw sempet ke distract pas supir nya bilang 'Zoo Here' arti nya sudah sampai di Zoo nya. Gw spontan aja langsung bangun dari tempat duduk dan ke arah supir buat memastikan apakah benar ini Zoo. Ketika supir bilang iya benar, gw langsung keluar Bus dengan meninggalkan kamera di tempat duduk. Sontak ketika sudah turun dan mau foto2, gw langsung teringat bahwa kamera gw tertinggal di Bus. Dengan paniknya, gw dan Lucy langsung menghubungi operator Bus di sana.
Hari itu adalah Sabtu dimana kantor perusahaan Bus tersebut sedang libur dan tidak melayani kehilangan barang. Padahal kejadiannya masih kurang dari 10 menit, tetapi sang operator wanita tersebut meminta gw untuk hubungi kembali hari Senin. Kita menghubungi operator yang lain melalui telpon berkali2 sampai pada akhirnya gw pasrah karena kalau seperti ini, kamera gw sudah pasti diambil orang lain. Akhirnya dengan keadaan berat hati dan stress, kita tetep melanjutkan ke Perth Zoo :(
Tiket masuk ke Zoo nya ini $29 atau sekitar 290ribuan ya. Masih oke lah harganya, sedikit lebih murah dibandingkan zoo di Sydney. Tapi menurut gw sih koleksi zoo nya lebih sedikit dan hari Sabtu itu sepi pengunjung. Beda dengan zoom di Jakarta atau Bali yang rame nya parah ya :) Tapi buat jalan2 dan pengalaman, boleh lah sekali2 ke sini kalau memang tidak ikut tour. Mungkin detail Perth Zoo akan gw post di post yang baru nanti :)
Habis dari Perth Zoo, kita rekomen buat dinner di Ciao Italia, salah satu restoran Italia paling populer di Perth. Somehow ketika kita di Perth, banyak DM dari temen2 yang rekomendasi tempat ini. Lokasi nya masih deket dengan Perth Zoo, bahkan bisa jalan kaki kalau niat :p Tempat nya juga cuman buka pas malem ya. Ternyata pas sampe, wah antriannya panjang banget! Mostly orang Asia yang makan di sini, padahal makananya itu authentic Italian loh.
Harga makanan nya lumayan mahal sih dibanding tempat2 lain yang kita cobain. Misalnya Spaghetti Marinara diatas harganya $34 untuk porsi normal, sedangkan untuk porsi kecil dikurangi $5. Ternyata porsi normal di sini raksasa ya guys, bisa buat 3 orang! Bahkan porsi kecil nya yang $29 itu bisa buat berdua. Parah banget gede nya, wajar deh harganya mahal ya. Terus gw cobain Fetucinne creamy nya yang di bawah ini. Per porsi nya $29.5 yang ukuran reguler, wah gw dah gak sanggup makan nih. Habis cobain spaghetti yang pertama tadi udah kenyang, akhirnya fetuccinne nya cuman di icip dan di take away deh. Sekedar info, restoran di Australia pada umum nya kasih free air putih ya, soalnya air keran di sini bisa diminum. Jadi biasa orang jarang pesen minum, kecuali mau tambah beer/ cocktail :)
Hari berikutnya gw mengunjungi satu daerah namanya Fremantle. Lokasi nya ini dekat dengan laut juga dan cukup jauh dari kota. Tapi bisa ditempuh dengan kapal ferry atau kereta. Kalau gw sih pakai kereta dan karena gw hanya berdua dengan Lucy, gw akhirnya beli tiket Family Pass seharga $12. Bagusnya dari tiket ini tuh kita bisa naik bus dan kereta sepuasnya sepanjang hari untuk 1 keluarga: 2 dewasa dan 3 anak kecil. Lumayan loh dibanding sekali perjalanan kereta aja mungkin bisa kena $4 per orang. 
Di Fremantle ini yang terkenalnya yaitu Fremantle Markets nya. Jadi di dalam nya tuh banyak dijual barang2 unik dan antik, ada juga buah dan sayuran segar dan beberapa kios makanan. Di luar Markets ini juga banyak cafe2 di sepanjang jalan, tapi kita gak cobain sih, soalnya kita udah makan di dalem.
Di dalem Fremantle Market ini ada salah satu ramen house yang terkenal, namanya Dosukoi Ramen. Ini lebih mirip seperti kios kecil gitu sih, bukan proper restaurant. Soalnya dalem nya kecil banget. Ramen nya sih not bad, tapi not really special. Yah buat makan hemat oke lah soalnya masih di bawah $10.
Jalanan di sekitar Fremantle juga sepi banget guys! Dan kalau kalian pengen jalan2 di sekitar wilayah sini, kalian bisa gunain fasilitas CAT Bus gratis ya. CAT Bus ada jalur biru dan merah, jadi rute nya agak berbeda tapi masih di dalam wilayah Fremantle. Boleh deh keliling gratis naik turun bus nya :)
Di Frementle juga ada Fremantle Arts Center yang bangunannya terlihat bersejarah ya. Gak sengaja lihat bangunan ini dalam perjalanan menuju halte bus dan akhirnya gw masuk ke dalam.
Kelihatan nya seperti abandoned house dengan daun2 berguguran di rumput luas. Rumah nya juga ala ala rumah jaman dahulu gitu. Ternyata ini tempat berkumpulnya lukisan2 antik baik lukisan baru maupun yang lama. Awalnya berpikir mungkin kumpulan bendara bersejarah, ternyata lebih ke lukisan2 :)
Ada ruang bermain anak anak yang unik banget
 Di depan gedung nya ada halaman luas yang bisa buat foto foto kaya gini :)
Uniknya lagi di dalem bangunan ini ada cafe yang antik juga! Gw gak banyak foto sih, tapi kita makan di area ourdoor nya yang mirip kaya instana2 kuno di eropa. Nama cafe nya CANVAS, makanan nya juga enak!
Big Breakfast ini sih enak parah, isi nya Wild Boar sausage, bacon, sauteed potato, spinach, sauteed mushroom, roti panggang dan 2 poached eggs. Gw suka banget sama poached egg apalagi kalau bentuknya mulus sempurna :) Coffee dan Hot chocolate di sini juga not bad.
Nah pas balik ke train station di city, kamu bisa jalan kaki menuju Elizabeth Quay harbour. Awalnya sih gw expect tempat ini sebagai tempat keramaian dimana banyak warga Perth berkumpul, ternyata pas malem hari tempat ini sepi banget. Yah kalau kamu mau cari cafe sih ada beberapa cafe yang buka di malem hari. Tapi view lautnya seperti di bawah ini.
Kalau mau dessert di sekitar city, boleh nih cobain Koko Black. Ini juga salah satu Chocolate Specialty terkenal di Australia. Gw selama kuliah sih gak pernah cobain Koko Black ini, tapi namanya cukup terkenal. Kebetulan cafe ini buka sampe malem, jadi bisa santai2 deh sambil cobain Hot Chocolate dan Dessert2 cake nya yang menarik. Ini recommended banget buat dikunjungin!
Di hari terakhir karena flight kita jam 6 sore, kita sempetin dulu buat jalan2 di kota nya. Pas cari breakfast kita bingung mau makan apa karena terus terang gak banyak yang menarik, kalau adapun harganya mahal banget. Akhirnya masuk ke random cafe namanya Ivy & Jack (instagram @ivyandjack). Ternyata menu nya lumayan banyak juga dan harganya masih oke.
Menu big breakfast ($18.5) kaya gini favorite gw banget. Biasa ada sausage, bacon, mushroom, roti panggang, sama telor yang bisa di request masaknya. Gw sih selalu minta poached eggs seperti di gambar. Ngiler gak sih???
Yang satu ini pork belly! Menurut gw sih pork belly tetep lebih enak di Jakarta ya, soalnya rasanya beda. Tapi buat sekedar mencoba gak ada salahnya.
Sekian nih guys pengalaman trip gw selama 4 hari 3 malam di Perth. Sebuah pengalaman baru menjelajah kota Perth. Apakah gw akan kembali lagi? Untuk saat ini mungkin tidak, mengingat mendapatkan pengalaman buruk kehilangan kamera kesayangan. Dan juga kotanya yang sepi membuat trip menjadi cukup membosankan di malam hari. Namun mungkin kondisi nya akan berbeda kalau kita ada tour guide atau teman yang bisa membawa kita jalan2 di sini. Thank you for reading!

ABOUT US

EMAIL: jktdelicacy@gmail.com
Check out our Insta Story for our daily activities

1 komentar:

  1. Fantastic review, sangat berguna utk traveller newbie seperti saya

    Ichsan@live.com

    BalasHapus